Ketua Panitia KKN-MB Angkatan XL Tahun 2026 Turun Langsung Monev 33 Posko, Pastikan Mahasiswa Tinggalkan Jejak Positif di Masyarakat

Ketua Panitia KKN-MB Angkatan XL Tahun 2026 Turun Langsung Monev 33 Posko, Pastikan Mahasiswa Tinggalkan Jejak Positif di Masyarakat

2026-08-08 Adhar Oli'i (Humas UMLB) Internal
2026-08-08 • 16:00  |  Adhar Oli'i (Humas UMLB)  |  Internal
Ketua Panitia KKN-MB Angkatan XL Tahun 2026 Turun Langsung Monev 33 Posko, Pastikan Mahasiswa Tinggalkan Jejak Positif di Masyarakat
Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Mobilisasi Berkemajuan (KKN-MB) terus mendapat perhatian serius dari panitia. Ketua Panitia KKN-MB, Abu Bakar, S.Pd., M.Pd., bersama tim melakukan monitoring dan evaluasi (monev) secara langsung ke 33 posko mahasiswa yang tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Sebanyak 33 posko tersebut tersebar di Kecamatan Liang sebanyak 16 desa, Kecamatan Peling Tengah 11 desa, dan Kecamatan Tinangkung Utara 6 desa. Monev dilakukan untuk memastikan kondisi mahasiswa sekaligus melihat secara langsung perkembangan program kerja yang dilaksanakan di masing-masing wilayah.

Dalam kegiatan tersebut, Abu Bakar didampingi Adhar Oli'i, S.IP., M.AP., Satriani Haluti, S.Ak., M.Ak., Jikran Toya, S.T., M.T., Rifai Dahlan, S.Pd.I., dan Mujamin, S.I.Kom.

Kunjungan ke posko tidak hanya menjadi agenda evaluasi administratif, tetapi juga menjadi ruang bagi panitia untuk berdialog langsung dengan mahasiswa, mendengarkan kondisi yang mereka hadapi selama berada di lokasi, serta melihat sejauh mana program kerja yang telah disusun mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Ketua Panitia KKN-MB, Abu Bakar, mengatakan monitoring ini penting untuk memastikan seluruh rangkaian KKN berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

“Kami ingin memastikan mahasiswa dalam kondisi baik, program kerja berjalan, dan kehadiran mereka benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Karena KKN bukan sekadar datang ke desa dan menyelesaikan program, tetapi bagaimana mahasiswa mampu memberikan kontribusi dan meninggalkan sesuatu yang positif,” ujar Abu Bakar.

Menurutnya, setiap program kerja yang dilaksanakan mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi memiliki nilai manfaat dan dapat meninggalkan kesan baik bagi masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan tagline “Unismuh Menyapa”, di mana kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi melalui generasi muda yang hadir, berinteraksi, belajar, sekaligus memberikan solusi sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat.

“Harapan kami, melalui KKN-MB ini mahasiswa tidak hanya membawa nama kampus, tetapi juga membawa semangat untuk menyapa dan memberi manfaat. Ketika mereka kembali dari lokasi KKN, ada jejak positif yang ditinggalkan melalui program kerja, interaksi sosial, maupun perubahan kecil yang dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Monev juga menjadi momentum bagi panitia untuk memberikan penguatan kepada mahasiswa agar tetap menjaga etika, komunikasi dengan pemerintah desa dan masyarakat, serta mampu beradaptasi dengan kondisi dan karakteristik masing-masing wilayah.

Dengan tersebarnya mahasiswa di 33 desa, KKN-MB diharapkan menjadi bagian dari proses pembelajaran nyata bagi mahasiswa sekaligus bentuk pengabdian yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Panitia KKN-MB berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan evaluasi selama pelaksanaan kegiatan, sehingga seluruh program yang telah dirancang dapat berjalan secara optimal hingga akhir masa pengabdian.

Melalui KKN-MB, Unismuh Menyapa bukan hanya slogan, tetapi menjadi semangat agar setiap mahasiswa hadir, berbuat, dan meninggalkan jejak positif di tengah masyarakat.
← Kembali ke Berita