Pendidikan
Rektor Buka Pembekalan Praktek Kerja Profesi (PKP) Berdampak
Kegiatan Pembekalan Praktik Kerja Profesi (PKP) Berdampak tahun ini mengusung tema “Melalui PKP Berdampak, Kita Wujudkan Mahasiswa Kreatif, Adaptif, dan Inovatif serta Berdaya Saing Global dalam Menghadapi Dunia Kerja di Era Transformasi Digital.”
Acara pembukaan dihadiri oleh Rektor Dr. Sutrisno K. Djawa, S.E.,M.M dan sejumlah pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor I Dr. Agung K. Djibran S.Pd.I,.M.Pd, Wakil Rektor II Dr. Nirwan Moh. Nur S.H,.M.H, serta Dekan FEB Dr. Wahyudin Rahman S.E.M.M bersama jajarannya. Turut hadir pula panitia pelaksana, dosen pembimbing lapangan, serta perwakilan dari instansi mitra.
235 Mahasiswa Siap Terjun di 76 Lokasi PKP
Dalam laporannya, Ketua Panitia PKP FEB Unismuh Luwuk Angkatan XVIII, Asmita Wulansari Dg Liwang, SE., MM., menyampaikan bahwa pelaksanaan PKP tahun ini akan berlangsung selama dua bulan, mulai 14 Oktober hingga 15 Desember 2025.
Sebanyak 235 mahasiswa dari tiga program studi — Manajemen, Akuntansi, dan Bisnis Digital — akan ditempatkan di 76 lokasi mitra yang terdiri dari berbagai instansi pemerintah, perbankan, hotel, BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta yang telah bekerja sama dengan kampus.
Asmita juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk pimpinan universitas dan mitra kerja, atas dukungan dan kolaborasi dalam menyukseskan kegiatan PKP Berdampak ini.
Dekan FEB: PKP sebagai Wadah Implementasi Ilmu
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Wahyudin Rahman, memberikan apresiasi kepada panitia atas terselenggaranya kegiatan pembekalan ini dengan baik.
Beliau menjelaskan bahwa PKP merupakan bagian penting dari proses akademik yang wajib diikuti mahasiswa semester lima. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan teori dan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan, baik di bidang keuangan, manajemen operasional, pemasaran, maupun sumber daya manusia.
Sebelum diterjunkan ke lapangan, mahasiswa mengikuti pembekalan intensif selama satu hari penuh, yang dirancang untuk memperkuat kesiapan mereka menghadapi dunia kerja.
Dr. Wahyudin Rahman menekankan pentingnya penguasaan soft skill di samping kemampuan akademik. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi juga harus memiliki kemampuan komunikasi, etika, dan jejaring sosial yang baik.
“IPK tinggi belum menjamin kesuksesan di dunia kerja. Soft skill, sikap profesional, dan kemampuan beradaptasi justru menjadi kunci utama,” tegasnya.
Beliau berharap, mahasiswa dapat menunjukkan performa terbaik selama PKP sehingga memberikan manfaat tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi instansi tempat mereka praktik. Bahkan, kata Wahyudin, bukan tidak mungkin kerja keras dan dedikasi mahasiswa akan membuka peluang untuk direkrut setelah lulus.
Sementara itu, Rektor Unismuh Luwuk, Dr. Sutrisno K. Djawa, dalam sambutannya saat membuka acara secara resmi, menyampaikan bahwa PKP menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan ilmu yang telah dipelajari di kampus.
Menurutnya, PKP tidak hanya berorientasi pada praktik akademik, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
“PKP ini penting karena dapat mengasah kemampuan soft skill. Seperti yang disampaikan Pak Dekan, IPK tinggi saja belum cukup. Dunia kerja menuntut lebih dari sekadar pengetahuan teoritis,” ujarnya.
Rektor juga membagikan kunci kesuksesan lulusan di dunia profesional, bahwa 80% keberhasilan ditentukan oleh kecerdasan emosional, sedangkan 20% berasal dari kecerdasan intelektual. Ia berharap seluruh mahasiswa peserta PKP dapat menjadikan kegiatan ini sebagai langkah awal menuju karier yang unggul dan berdaya saing global.
Kembali ke Kegiatan
Acara pembukaan dihadiri oleh Rektor Dr. Sutrisno K. Djawa, S.E.,M.M dan sejumlah pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor I Dr. Agung K. Djibran S.Pd.I,.M.Pd, Wakil Rektor II Dr. Nirwan Moh. Nur S.H,.M.H, serta Dekan FEB Dr. Wahyudin Rahman S.E.M.M bersama jajarannya. Turut hadir pula panitia pelaksana, dosen pembimbing lapangan, serta perwakilan dari instansi mitra.
235 Mahasiswa Siap Terjun di 76 Lokasi PKP
Dalam laporannya, Ketua Panitia PKP FEB Unismuh Luwuk Angkatan XVIII, Asmita Wulansari Dg Liwang, SE., MM., menyampaikan bahwa pelaksanaan PKP tahun ini akan berlangsung selama dua bulan, mulai 14 Oktober hingga 15 Desember 2025.
Sebanyak 235 mahasiswa dari tiga program studi — Manajemen, Akuntansi, dan Bisnis Digital — akan ditempatkan di 76 lokasi mitra yang terdiri dari berbagai instansi pemerintah, perbankan, hotel, BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta yang telah bekerja sama dengan kampus.
Asmita juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk pimpinan universitas dan mitra kerja, atas dukungan dan kolaborasi dalam menyukseskan kegiatan PKP Berdampak ini.
Dekan FEB: PKP sebagai Wadah Implementasi Ilmu
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Wahyudin Rahman, memberikan apresiasi kepada panitia atas terselenggaranya kegiatan pembekalan ini dengan baik.
Beliau menjelaskan bahwa PKP merupakan bagian penting dari proses akademik yang wajib diikuti mahasiswa semester lima. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan teori dan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan, baik di bidang keuangan, manajemen operasional, pemasaran, maupun sumber daya manusia.
Sebelum diterjunkan ke lapangan, mahasiswa mengikuti pembekalan intensif selama satu hari penuh, yang dirancang untuk memperkuat kesiapan mereka menghadapi dunia kerja.
Dr. Wahyudin Rahman menekankan pentingnya penguasaan soft skill di samping kemampuan akademik. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi juga harus memiliki kemampuan komunikasi, etika, dan jejaring sosial yang baik.
“IPK tinggi belum menjamin kesuksesan di dunia kerja. Soft skill, sikap profesional, dan kemampuan beradaptasi justru menjadi kunci utama,” tegasnya.
Beliau berharap, mahasiswa dapat menunjukkan performa terbaik selama PKP sehingga memberikan manfaat tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi instansi tempat mereka praktik. Bahkan, kata Wahyudin, bukan tidak mungkin kerja keras dan dedikasi mahasiswa akan membuka peluang untuk direkrut setelah lulus.
Sementara itu, Rektor Unismuh Luwuk, Dr. Sutrisno K. Djawa, dalam sambutannya saat membuka acara secara resmi, menyampaikan bahwa PKP menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan ilmu yang telah dipelajari di kampus.
Menurutnya, PKP tidak hanya berorientasi pada praktik akademik, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
“PKP ini penting karena dapat mengasah kemampuan soft skill. Seperti yang disampaikan Pak Dekan, IPK tinggi saja belum cukup. Dunia kerja menuntut lebih dari sekadar pengetahuan teoritis,” ujarnya.
Rektor juga membagikan kunci kesuksesan lulusan di dunia profesional, bahwa 80% keberhasilan ditentukan oleh kecerdasan emosional, sedangkan 20% berasal dari kecerdasan intelektual. Ia berharap seluruh mahasiswa peserta PKP dapat menjadikan kegiatan ini sebagai langkah awal menuju karier yang unggul dan berdaya saing global.